Nama :
Muhammad Zarkasyi Efendy
Program Studi :
Teknik Elektro
NIM :
04151035
Kalimantan,
pulau dengan perkembangan yang pesat.Namun, Kalimantan mempunyai berbagai
permasalahan yang sering kita jumpai di sekitar kita yaitu kecelakaan.Pada
sektor ekonomi, yang membuat sebagian masyarakat berperilaku konsumtif.Perilaku
ini membuat masyarakat membeli kendaraan yang digunakan hanya untuk satu orang
penggunanya yang berpengaruh pada meningkatnya volume kendaraan pada jalan
raya.Selain itu, banyak juga dari masyarakat luar pulau merantau ke Kalimantan.Hal
ini mempunyai dampak terhadap peningkatan angka Kecelakaan Lalu Lintas.
Kecelakaan
lalu lintas, misalnya di Kalimantan Tengah, dai data Kepolisian Daerah
Kalimantan Tengah Direktorat Lalu Lintas, pada kurun waktu 2010-2013,terdapat
6.872 kecelakaan yang terjadi.Kecelakaan yang terjadi di sekitar kita dapat
diakibatkan oleh banyak sebab, misalnya adalah tidak mengindahkan rambu lalu
lintas, faktor sarana dan prasarana yang kurang memadai, dan juga keegoisan
pelaku jalan lalu lintas.
Pelanggaran rambu lalu terjadi
dikarenakan hal-hal seperti kemacetan, keinginan untuk mendahului kendaraan
yang ada di depannya, terburu-buru dalam berkendara, tidak mengindahkan rambu
jalan yang telah terpasang, maupun karena kurang mewaspadai daerah keadaan
sekitar jalan, seperti langsung menyeberang jalan tanpa menyalakan lampu weser
kiri maupun kanan.Faktor sarana dan prasarana yang kurang memadai, karena
kebanyakan jalan di daerah Kalimantan masih kurang layak untuk dikatakan
memenuhi standar, karena sering kita temukan jalanan yang hanya mempunyai 2
ruas, belum mempunyai jalan tol, walaupun saat ini sedang dalam proses
pembangunan, selain itu, banyaknya lubang di tengah jalan, jalan yang
bergelombang, tidak ada aturan tentang jalur kendaraan seperti kendaraan
seperti truk melewati jalur khusus dikarenakan masih belum adanya jalur khusus,
banyaknya tikungan yang tajam dikarenakan faktor alam.Keegoisan pelaku jalan
lalu lintas terjadi karena mental dan aturan berpikir yang berbeda pada setiap
orang.Kebanyakan orang masih berpikir bahwa orang membawa kendaraan tidak
menantang apabila dengan kecepatan rendah,atau tidak jantan apabila membawa
kendaraan dengan kecepatan rendah, keegoisan juga muncul karena masalah
keuangan seperti kendaraan angkutan kota yang sering memberhentikan
kendaraannya di pinggir sarana pendidikan, seperti dipinggir Sekolah, juga di tempat
fasilitas umum yang sering terjadi
keramaian, seperti Masjid, pasar, tempat wisata dan lain-lain, selain
itu, keegoisan disebabkan oleh faktor konsumtif, yaitu keinginan untuk memiliki
kendaraan untuk setiap anggota keluarga yang bisa berkendara, atau lebih, yang
dapat mempengaruhi memenuhnya jumlah kendaraan di jalan lalu lintas, sehingga
apabila membawa kendaraan bermotor seperti roda empat penumpangnya biasanya hanya satu orang.
Dari
data maupun berita yang saya dapat dari penelusuran Google, sebagian besar yang
merupakan korban dari berbagai pelanggaran macam lalu lintas, adalah para
remaja, hal ini bisa disebabkan oleh faktor emosional para remaja yang tak
ingin kalah pada kecepatan dalam berkendara, juga karena tidak ingin terlalu
lama dalam perjalanan apabila terjadi kemacetan.Selain itu, permasalahan yang
ada bahwa banyak anak diberikan oleh orang tua kendaraan karena faktor jarak
sekolah yang jauh dan kesibukan orang tua, anak yang diberikan kendaraan juga
tidak mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM), dan apabila ada yang mempuyai SIM,
SIM didapatkan dengan cara ilegal seperti penyogokan dengan uang agar dapat
diloloskan dalam pembuatannya.
Solusi
dari permasalahan tersebut yang sudah dilakukan adalah sosialisasi oleh pihak
polisi dan pembentukan gerakan pelopor keselamatan berlalu lintas, karena
dengan begitu masayarakat akan mengerti apa dan bagaimana cara berkendara yang
baik dan benar sehingga tercipta pola pikir yang benar dan tidak sembarangan
atau egois dalam berkendara, dan pemberbaikan moral masing- masing karena
faktor utama dari permasalahan ini adalah faktor keegoisan.Menurut saya agar
permasalahan tersebut dapat dikurangi adalah dengan memulai menggunakan moda
transportasi massa yang efektif dan efisien, seperti kendaraan angkutan kota,
bis dan lain-lain, dengan cara itu dapat mengurangi volume kendaraan di Jalan
raya sehingga kemungkinan untuk terjadi kecelakaan berupa tabrakan dapat
dikurangi, dan memulai revitalisasi transportasi massa, sehingga masyarakat
tertarik untuk menggunakan transpportasi massa.Selain itu dapat diberlakukan
peraturan hukum yang dapat mengatur masyarakat, seperti melarang membawa
kendaraan bermotor roda empat jenis mobil, membawa penumpang kurang dari
seharusnya, karena sering kita jumpai pada jalan raya di Kalimantan bahwa bila
macet, seringkali ditemukan kendaraan roda empat jenis mobil sering terisi
hanya oleh satu orang sehingga tidak efektif.Juga peraturan yang menegaskan
bahwa dilarang menggunakan oknum baik dalam proses pembuatan izin maupun dalam
berkendara, karena hanya yang sesuai yang mendapat izin.Solusi seperti itu saya
anggap dapat mengurangi persentasi kecelakaan dalam berlalu lintas.
Demikian
pembahasan saya, jadi kecelakaan lalu lintas dapat disebabkan oleh berbagai hal
yaitu tidak mengindahkan rambu lalu lintas, faktor sarana dan prasarana yang
kurang memadai, dan juga keegoisan pelaku jalan lalu lintas.Kecelakaan
didominasi oleh kalangan remaja.Cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi
tingkat kecelakaan, adalah dengan sosialisasi , juga pemberbaikan moral,
penggunaan moda transportasi massa, pemberlakuan hukum yang mengikat, dan
penggunaan yang efektif pada kendaraan pribadi.